Rabu, 12 Maret 2014

Beramal Untuk Bekal Hari Pembalasan


bekal
Khutbah pertama
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
Para jamaah kaum muslimin rahimakumullah,
Marilah kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, marilah kita beramal untuk menghadapi hari pembalasan. Yaitu suatu hari, saat semua rahasia bakal terbuka, perkara-perkara yang disimpan di dalam dada nampak menjadi nyata, dan isi hati akan diketahui. Suatu hari, yang orang-orang durhaka mendapatkan celaka, segala dosa diperiksa, baik dosa-dosa kecil maupun dosa-dosa besar. Suatu hari yang kehinaan dikenakan atas semua orang yang senang melanggar perjanjian dan berbuat kecurangan.
Pada hari Kiamat timbangan-timbangan amal ditegakkan, buku-buku catatan amal diperlihatkan. Semua orang mendapatkan balasan amal perbuatan masing-masing. Orang yang berbahagia akan mengambil buku catatan amalnya dengan tangan kanannya, sedangkan orang yang celaka mengambil buku catatan amalnya dengan tangan kirinya. Maka alangkah rugi, orang yang berbuat zalim dan maksiat. Sebaliknya, alangkah berbahagia orang-orang beriman yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya.

Para jamaah kaum muslimin rahimakumullah,

Marilah kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena sesungguhnya takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan sarana paling bermanfaat dan harta simpanan yang sangat berharga. Hindarkan diri kita agar tidak seperti orang-orang yang merubah kenikmatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kekafiran, dan tidak memperdulikan kehidupan masa yang akan datang di akhirat.
وَكُلُّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا {13} اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا {14} مَّنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَلاَتَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَمَاكُنَّا مُعَذَّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً {15} وَإِذَآ أَرَدْنَآ أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا {16} وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِن بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا {17
"Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang rasul. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah
Demikianlah keadaan manusia di yaumul hisab, hari perhitungan amal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kitab-kitab catatan amal mereka masing-masing, dan mereka melihat dan membaca catatan amal perbuatan mereka di dunia. Saat itu mereka tahu tentang keadaan mereka, mereka hisab diri mereka sendiri, apakah mereka termasuk orang yang bahagia atau orang-orang yang celaka.
Beruntunglah orang yang pada hari ini sadar, bahwa kehidupan di dunia ini adalah sebuah persiapan, peluang yang Allah berikan untuk bekal di kehidupan berikutnya. Mereka inilah orang-orang yang beramal untuk hari pembalasan.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bagaiaman hendaknya seseorang mengarugi kehidupan dunia. Beliau mengibaratkan hidup di dunia ini layaknya orang asing, seseorang yang sedang melintas di suatu tempat. Yang namanya melintasi suatu tempat, tidaklah butuh waktu yang lama, bahkan terkadang ketika seseorang melintasi suatu tempat ia tidak membutuhkan singgah untuk beristirahat, ia hanya fokus bagaimana agar bisa segera sampai ke daerah tujuannya. Beliau bersabda,
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, ia mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu menasihatiku, ‘Hiduplah di dunia seakan-akan engkau adalah orang yang asing atau hanya sebagai orang yang melintasi jalan’. Kemudian Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma mengatakan, “Apabila engkau berada di waktu sore, janganlah menunggu datangnya pagi. Dan jika engkau berada di waktu pagi, jangan (hanya berdiam) menunggu datangnya sore hari. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum kematian menjemputmu.” (HR. Bukhari).
Beginilah hendaknya seorang muslim memegang prinsip kehidupan. Membangkitkan kesadaran pada dirinya hidup ini hanya sebentar, hidup ini bukan tempat berfoya-foya, menghabiskan waktu dengan duduk-duduk bercerita, hidup ini hanya satu kali, lakukanlah yang terbaik untuk mengisi kesempatan yang takkan berulang ini.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah kedua
الحمد لله الذي ظهر لأوليائه بنعوت جلاله. وأنار قلوب أصفيائه بمشاهدة صفات كماله. وتحبب إلى عباده بما أسداه من إنعامه وإفضائه. أحمده سبحانه حمد عبد أخلص لله في أقواله وأفعاله. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ولا معين في تدبيره وأفعاله. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله نبي أنعم الله على جميع أهل الأرض ببعثه وإرساله. اللهم صل على عبدك ورسولك محمد وعلى جميع أصحابه وآله وسلم تسليما كثيرا
Para Jamaah kaum Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan sandaran keselamatan. Hendaklah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap berbagai kenikmatan dan kebaikan yang telah Dia anugerahkan. Kita juga wajib untuk meniti jalan Salafush-Shalih, dan merenungkan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berupa al-Kitab dan as-Sunnah.
Selanjutnya, perhatikanlah keadaan orang-orang kafir yang ada sebelum kita. Mereka berlaku sombong di muka bumi, memiliki berbagai cita-cita, dan juga menumpuk harta. Namun telah datang kepada mereka kematian yang menghancurkan segala kesenangan. Ternyata ajal lebih dekat dibandingkan cita-cita mereka, musibah menyerang dengan segera, tanpa menunda dan tanpa memberikan kesempatan. Sehingga kenikmatan dunia berubah menjadi siksaan di akhirat.

Para Jamaah kaum Muslimin rahimakumullah,
Memiliki cita-cita, menjadi orang kaya, tidaklah dilarang dalam Islam. Namun hendaknya cita-cita kehidupan dunia dan kekayaan yang dimiliki tidaklah membuat kita tenggelam melupakan kehidupan setelah kematian. Semestinya cita-cita dan kekayaan tersebut kita jadikan sebagai sarana untuk semakin tunduk dan taat kepada Allah. Menjadikan kekayaan yang dimiliki sebagai salah satu ibadah yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang tak punya. Dengan harta seseorang bisa bersedekah, membangun masjid, berderma, naik haji ke baitullah. Dan dengan cita-cita dan kedudukan yang tinggi seseorang bisa menggunakan pengaruhnya agar orang lain mudah dalam beribadah, agar orang lain semakin dekat kepada Allah Ta’ala.
Marilah kita bertakwa kekpada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Marilah hitung amal kita sebelum dihitung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amal kita timbang sebelum ditimbang oleh Allah Yang Maha Kuasa. Persiapkan diri kita menghadapi pertemuan yang paling besar dengan Allah Ta’ala. Sama sekali tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلاَيَتَسَآءَلُونَ {101} فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {102} وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ {103} تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ {104} أَلَمْ تَكُنْ ءَايَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ {105} قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ {106} رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ {107} قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلاَتُكَلِّمُونِ {108} إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ {109} فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّى أَنسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ {110} إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَاصَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَآئِزُونَ {111
"Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. Bukanlah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya? Mereka berkata:”Ya Rabb kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang tersesat. Ya Rabb kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”. Allah berfirman:”Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo’a (di dunia):”Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka, Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka;sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang."  (QS.al-Mukminun: 101-111)
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu memberikan taufik kepada kita dalam mengarungi kehidupan dunia yang berat ini, kehidupan yang penuh akan godaan syahwat dan syubhat, dengan taufik dan pertolongan-nya lah kita bisa selamat dalam kehidupan dunia ini, dan menjadi seorang yang sukses di kehidupan berikutnya. Allahumma amin…
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
اللهم افتح بيننا وبين قومنا بالحق وأنت خير الفاتحين.
اللهم إنا نسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Sumber : Majalah As-Sunnah, Edisi 09 / Tahun XVI / Shafar, 1434 H dengan tambahan dari tim KhotbahJumat.com


Created with Artisteer

0 komentar: